Sunday, April 9, 2017

日本に夢中になっちゃう! One of my big attention, Japan! [Part 2]

Lanjutan dari postingan saya sebelumnya 
(episode(?) sebelumnya: check here :))

6. Budaya
Cabangnya(?) Kuil Hokkaido yang ada di pusat kota
Jepang juga terkenal akan keragaman budayanya (sebenarnya kalau dibandingkan dengan Indonesia, budaya tradisionalnya masih lebih banyak Indonesia sih. hehe). Apalagi.....yang namanya budaya "Pop Culture". Siapa sih yang nggak kenal sama yang namanya Anime dan Manga (ada sih yang nggak tau, wkwkwk). Yap asal dari dua hal ini sebenarnya bukan dari Jepang, namun mereka mengembangkannya dan malah menjadi yang lebih terkenal daripada negara pembuat asalnya. Namun, namun....meski budaya popnya mendunia, budaya tradisionalnya masih tetap ada looh. Mungkin banyak orang-orang yang ditanya mengenai image Jepang, mereka akan menjawab "geisha", atau "festival", atau "kimono", dan sebagainya. Menurut saya itu adalah salah satu bukti bahwa mereka masih mempertahankan budaya mereka meski banyak pengaruh yang datang dari luar. Yaaah...semoga bisa tetap bertahan deh, karena sepertinya semakin ke sini, semakin bergeser juga budaya-budaya tradisionalnya :" Jaman sudah berubah... :" hahaha

7. Toilet
Ehmm....sebelumnya maaf kalau bahasannya tidak sopan bagi beberapa orang ^^;) Tapi, memang saya salut dengan pola pikir orang Jepang yang katanya tidak suka toilet yang kotor, alhasil toilet-toilet di Jepang, yang pernah saya temui 90% BERSIH!!!! Terutama nih ya...toilet di rumah keluarga Jepang. Bersih..sih..dan kering..ring..juga cantiik..tik.. wkwkwk. Tapi memang benar, dari semua toilet rumahan yang pernah saya kunjungi, semuanya selalu ada karpet/ keset dan slipper (sandal rumah). Benar apa yang dikatakan buku pelajaran di sekolah!! hahaha... 事実確認ww 

Selain itu teknologi toilet Jepang juga syudah cangiiiihh....semua ake tombol, TOMBOL! (biasa aja keleus) dan selalu, SELALU ada tisu. Yap, karena budaya mereka ke toilet pakai tisu. Jadi, tisu toilet di sana pun didesain bisa larut dalam air, jadi buang saja tisu di dalam kloset setelah pakai tidak akan menyebabkan tersumbat. hehe... Jadi bisa bersiiih, tanpa ada tisu-tisu berserakan. Terbaeeekk!!! Kalau di sini sebaliknya yah, tidak boleh membuang apapun di toilet. ^^;) Tapi nih ya...kadang berasa gimanaa gitu, terutama waktu B*B, pas di toilet yang tidak menggunakan bidet, dan hanya dengan tisu, HANYA dengan tisu harus 'membereskan' semuanya!! hahaha.... (don't imagine this at home, imagine this at the toilet. wkwkwk) Ya! Karena tidak semua toilet Jepang ada Bidetnya, alias nggak pakai air~ (cuma buat flush doang) TwT Terutama toilet yang bergaya Jepang atau Washiki. Mirip toilet jongkok di Indonesia, namun berbeda bentuk dan cara menyiramnya pakai sistem flush, seperti pada toilet duduk. Yaah...tapi untungnya tisu toilet di sana boleh dibuang ke klosetnya yah, kalau nggak......sudahlah :" wkwkwk (don't imagine this again) 
 
Toilet di Share house saya

Sensor buat flush

8. Pedestrian
A.k.a pejalan kaki.
Yeah! Saya sangat suka jadi pejalan kaki di Jepang. Sebagian besar orang Jepang pun juga banyak yang kemana-mana jalan kaki. Tanya kenapa?? /nggak :"
  • Transportasi umum OK (Kereta, bus, trem, taxi, ada macam-macam dan sangat mudah juga praktis)
  • Trotoar OK (luas, nggak naik-turun, selalu ada di mana-mana)
  • Tempat berjalan di bawah tanah OK (meski hanya ada di kota besar sih, tapi sangat berguna di kala musim dingin)
  • Penyeberangan jalan/ zebracross OK (really like this!)
  • bisa menikmati pemandangan OK :3

Itulah beberapa alasan saya suka jalan kaki di sana. Yaah...meski agak susah kalau sudah musim dingin, kalau jalannya nggak di bawah tanah, nggak tahan banget, udah sampe gemeteran kedinginan. hahaha...:" Trutama nih tentang penyeberangan jalannya, sangat mudah dan pengguna jalan yang lain, seperti pengguna mobil, memang lebih mengutamakan pejalan kaki. Jadi, kalau lampu lalu lintas untuk pejalan kaki sudah hijau, mobil-mobil yang memang waktunya juga jalan tapi belok melewati zebracross akan mengalah, dan mendahulukan pejalan kaki. Terbaeeek!!(2) Jadi tidak ada yang namanya "the power of hand", nyetop kendaraan pake tangan pas nyebrang jalan.. wkwkwk 
Namun, dibalik semua itu ada hal yang menurut saya berat juga. Yaitu di jalan umum banyak tangga, terutama yang menuju jalan bawah tanah, di mana-mana ada tangga!! Lelah kaki ini~ haha.. yaa...atau mungkin sayanya saja yang kurang terbiasa naik-turun tangga. hehe.  
 
Ada saat di perempatan lampu lalu lintas pejalan kaki hijau semua, jadi bebas menyeberang dari arah manapun
Alat transportasi umum di Jepang juga bermacam-macam dan menjangkau hampir ke seluruh pelosok-pelosok Jepang. Selain itu sistem pertiketannya juga nggak susah, apalagi ada yang namanya Seasonal Ticket atau dalam bahasa Jepangnya Teikiken, yaitu berbentuk kartu yang bisa diisi ulang, tinggal sentuhkan saja ke sensor yang ada di pintu masuk peron di stasiun-stasiun. Jadi, praktis untuk orang yang temapt kerja atau sekolahnya jauh dari rumah, masih bisa PP dengan mudah menggunakan kereta atau bis. Ohiya, dan yang terpenting itu, TEPAT WAKTU!! TERBUKTI! Bener-bener tepat waktu! Kalau kata orang, kalau telat paling telat beberapa detik. BENAR sekali pemirsa! Pernah sih, pernah paling telat, itu telat 1 menit. Tapi memang, entah kenapa 1 menit pun itu berharga di sana, terutama kalau akan berangkat kerja. haha :""

NB: Seasonal Ticket ada banyak macamnya jadi mungkin perlu diperhatikan juga ya :) 

9.  Antri
Hem...banyak orang bilang kalau Jepang sangat erat dengan budaya antrinya. Yap! That's totally right!! Yang namanya antri, ya mereka akan mengantri dengan tertib, tidak ada ceritanya menyerobot gara-gara alasan pribadi. Ini juga yang bikin saya salut! Tapi memang sih masih ada beberapa, terutama di kota-kota besar, orang yang menyerobot antrian, namun ya tidak banyak, dan yaaah...namanya juga manusia. wkwkwk... paling tidak, itu jarang terjadi. Waktu di kereta juga mereka dengan tertib mengantri membuat barisan, dan benar-benar mendahulukan orang yang keluar dari kereta, kemudian baru orang-ornag yang ingin masuk.

10. Makanan
Ini yang paling saya sukaaa! Tapi.....yaa berhubung saya muslim, banyak juga makanan-makanan yang tidak bisa saya makan karena tidah halal. Di situlah saya merasa sangat sedih. TwT haha... Karena saya suka sekali mencoba-coba kuliner yang terlihat menarik dan belum pernah saya makan. Namun apalah daya, tidak semua makanan bisa saya makan di Jepang. Untungnya akhir-akhir ini sudah banyak menyebar makanan-makanan halal di Jepang, meski masih sebatas di kota-kota besar. Ini adalah godaan terbesar bagi saya!! huhuuuu... :" Sering banget ketemu makanan yang pengeeen bangen nyoba. Tapi, tapi...ah sudahlah T_T
Namun ada juga makanan atau jajanan yang meski tidak ada label halalnya, jika dilihat dari komposisinya tidak ada bahan-bahan seperti babi atau alkohol, bisa jadi aman untuk dimakan. Nah, semua kembali kepada individu masing-masing, menurut kepercayaan masing-masing. hehe :)

Sapporo Times Square

Mochi dari Nagoya (Uwweeenaakk :"")

Hokkaido x Doraemon

Pokky edisi Valentine

Sepertinya di Jepang sangat mengutamakan penampilan, sehingga makanan atau jajanan yang dijual selalu 'berpenampilan menarik'. HAMPIR semua jajanan yang ada kemasannya, di kemas sedemikian rupa sehingga rasanya jadi nggak ingin membukanya saking cantiknya. haha :" Mereka rela 'ribet' demi memuaskan pengunjung (seperti yang saya katakan tentang Omotenashi di postingan sebelumnya). お疲れ様です~ :)


Sekian, curhatan pengalaman dari saya, setelah mengecek langsung (halah) keadaan di sana seperti apa. Tapi memang benar hampir semua sesuai dengan apa yang saya dengar selama ini. 
Hal, hal yang berat dan tidak sebebas di Indonesia memang pasti ada, tapi...
Over all sangat MENYENANGKAN!! \(^0^)/
Tapi saya juga masih ingin belajar dan mendapatka lebih banyak pengalaman lagi merantau di negeri orang, terutama di negeri matahari terbit tersebut. hehe...
Masih banyak yang ingin saya cek langsung (halah), seperti tentang sakura, budaya-budaya tradisional yang lain, dan sebagainya.
Semoga di lain kesempatan bisa sharing pengalaman yang lain~

And please don't hesitate to share your stories too. Say your thought, feedback or comment, maybe about my stories :3 hehe...

See you!
じゃ、またね~

0 komentar:

Post a Comment