Saturday, April 8, 2017

日本に夢中になっちゃう! One of my big attention, Japan!

Selamat siang... こんにちは~
Lama tidak jumpa. Ini blog jadi setahun sekali aja postingannya.. hehe
Pengen nerusin, tapi masih nggak sempet, dan kalah sama rasa malas saya (maafkan saya yang kurang rajin ini) 申し訳ございませんでした! haha :""


Jadi.............langsung ke isi saja, hehe...
Beberapa kali saya pernah menulis tentang Jepang, dan mengapa banyak yang jejepangan di blog saya? ya...karena memang saya tertarik dengan Jepang (gubrak) wkwkwk

bercanda. :3
Sebenarnya seiring berjalannya waktu, memang ada beberapa hal yang bikin saya nge-fans sama negeri matahari terbit itu...

(Curcol dimulai xD) 
 Sebenarnya saya juga tidak mengerti mengapa saya tiba-tiba tertarik dengan Jepang hanya karena menonton Anime waktu SMP. Sampai saya melanjutkan ke Perguruan tinggi di jurusan Sastra Jepang.
Selama kuliah juga saya mempelajari tidak hanya tentang Bahasa Jepang, namun semua tentang Jepang diajarkan di universitas. 
Rasa penasaran saya semakin bertambah.
Memang dari dulu (mungkin sejak SMP itu tadi), saya ingin sekali mengunjungi dan merasakan langsung hidup di Jepang.
Setiap mendengar cerita dari teman-teman atau semua orang yang sudah pernah ke sana, pasti hanya kata "Wooow!", "Benarkah?", "Waaah....asik ya!", "Ingin ke sana juga!", "Sugoi!", dan kata-kata terkagum-kagum yang lain. :"
Memang sih kalau dibanding Indonesia, Jepang adalah negara maju, pasti banyak hal-hal yang tidak ada di Indonesia. Secara geografis pun sudah beda iklim, jadi keadaan alamnya pun juga sudah berbeda. Namun, ada beberapa aspek yang juga pernah saya pelajari di universitas, yang ternyata seperti "Ooh..beneran gitu ya.", hal-hal yang terasa 'ada yang kurang' karena kebanyakan mereka adalah atheis (tidak percaya dengan Tuhan). (hanya opini saya :3 no offense yah, peace :"). But, over all it was a nice country, I think! :D

Beberapa waktu lalu saya juga sempat menulis di blog ini tentang tempat-tempat wisata di Hokkaido. Saya menulis sambil mupeng-mupeng, pengen banget melihat langsung ke sana. Tidak harus di Hokkaido (karena yang saya tulis tentang Hokkaido), yang penting ke Jepang deh(saking depresinya). hehe...
Kemudian, dengan sedikit cerita yang panjang (halah), nantoka saya bisa mengunjungi Jepang untuk pertama kalinya (Alhamdulillah :'''), dalam sebuah program, namun hanya sekitar 4 bulan saja. Selama itu pun saya sudah senaaaaang~~~ :"" hahaha... 
Semua hal yang selama ini sering saya dengar (baik di kelas saat kuliah, drama, anime, dll), akhirnya bisa menyaksikan dan merasakan secara real feel di Jepang ini.
Ajaibnya, daerah yang ditakdirkan untuk saya tinggali adalah Hokkaido!!! (soalnya sebelumnya saya baru saja menulis tentang Hokkaido), tepatnya di ibukota Hokkaido yaitu Sapporo, ditambah selama musim dingin...... greget dah! haha....

Selama di Hokkaido semua hal terlihat menakjubkan bagi saya, karena memang banyak hal-hal yang tidak ada di Indonesia. Semua praktis! cepat! tepat! sampai saya sering banget yang namanya 'gaptek' sama teknologi-teknologi di sini.... :"  Apalagi sama SALJUnya... wheeew~

Nah, kali ini saya akhirnya (TwT) bisa sharing berdasarkan pengalaman, bukan dari internet, karena akhirnya(lagi) sudah menyaksikan dan mengalami secara langsung (Alhamdulillah :"). Tapi ini baru permulaan! yeah! (?)
Jadi, cerita ini hanyalah Non-fiksi, kejadian-kejadian yang ditampilkan adalah rekaman-rekaman rekaman ingatan yang ada di memori otak saya, kesamaan tokoh dan tempat mungkin memang anda juga pernah bertemu atau mengunjungi tempat tersebut, jadi berikan cahaya yang cukup dan menonton di jarak yang.........
yak cukup, cut! cut! 

at Odori Station
Sapporo TV Tower
 

1. TEKNOLOGI
Seperti yang tadi saya katakan, saya paling gaptek dengan beberapa teknologi di sini yang tidak ada di Indonesia. Contohnya seperti sistem kereta, sistem pertiketan, peralatan masak, dan beberapa mesin yang lain. Karena semuanya juga kebanyakan menggunakan tulisan Jepang, kadang di situ saya merasa bingung... hahaha... Maafkan saya yang belum begitu sempurna dalam bahasa Jepang :"
Namun pada akhirnya semuanya menjadi bisa mengoperasikan, meski kadang masih loading dengan bacaannya. haha... penuh dengan "wow" :"

2.IKLIM
Ya. Jepang mempunyai 4 musim dan waktu saya mengunjungi Jepang adalah saat Winter a.k.a Musim Dingin (dan itu di Hokkaido, pulau paling utara Jepang). Dinginnya itu ya.......heeemm......speechless deh, hahaha xD
Dan (sekali lagi) karena ini di Hokkaido, saljunya.....heemmmm....melimpah ruaaaah~ hahaha.. keren dah beneran, keren! Bagi saya yang anak tropis ini saat melihat banyak salju yang ada di Hokkaido, seneng dan girangnya minta ampun. wkwkwk 
Sapporo City in winter
Meski dingin sampai suhu minus-minus (suhu terdingin yang pernah saya rasakan kira-kira di suhu -12 derajat celcius :"), masih cukup banyak penduduknya (kebanyakan di Sapporo sih). Bertahun-tahun berperang melawan dingin yang ekstrim dan jalan yang bersaju. Itu jalan bersalju kalau sudah terlanjur menjadi es, licinnyaa......heeemmm.....melangkah dikit rasanya mau jatuh mulu. wkwkwk)









3. OMOTENASHI
Ini yang paling saya sukaaak!! di setiap toko sebagian besar menerapkan pola pikir omotenashi ini, yaitu selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk setiap pembeli. salah satunya adalah, dengan uang berapapun bayar di kasih, selalu dan selalu ada kembaliannya. Jadi tidak ada kata-kata "mbak, ada uang kecil" di sini.... hahahah 
Kebetulan tempat saya magang selama di Jepang juga mempunyai toko yang menjual merchandise lucu-lucu karakter khas Hokkaido (yang penasaran bisa cek di sini *promosi* wkwkwk), jadi saya juga mempelajari yang namanya Omotenashi. Sungguh mendokusai (merepotkan) sebenarnya, tapi......saat pengunjung merasa senang dengan pelayanan yang kita berikan, rasanya tuh ya, entah kenapa hati ini juga ikutan seneng banget. hahaha... Seperti kata-kata (yang saya lupa ngutip di mana) "Kalau di Indonesia, dikatakan dengan istilah Tamu adalah Raja, di Jepang Tamu adalah Dewa!" :O

4. SELF SERVICE
Self Service Chashier
Berbeda dengan di negara kita, di Jepang banyak orang-orang yang mempunyai pola pikir tidak suka merepotkan orang lain dan jujur, oleh karena itu di sana banyaaak sekali yang namanya "self service" atau bahasa gaulnya (gak) "Pelayanan sendiri". Jadi, banyak terdapat mesin-mesin yang tidak ada penjaganya, alias kalau mau pakai ya pakai saja langsung nggak ada yang ngelarang, hehe. Yang penting pakainya sesuai aturan dan dengan jujur, kalau bayar ya dibayar sesuai kebutuhan di kasir. :3 Ini nih yang sering bikin saya gaptek, karena harus mengoperasikan sendiri. Namun jangan khawatir, di setiap mesin pasti ada petunjuk-petunjuk cara menggunakannya, cuman hampir semua tertulis menggunakan huruf Jepang (ada juga yang pakai bahasa Inggris), dan kita juga perlu peka terhadap simbol-simbol yang ada, karena beberapa diantara petunjukknya hanya menggunkan simbol tanpa keterangan (T__T) Di situ kadang saya merasa bingung (lagi). 

Meskipun begitu, ada juga sih katanya orang yang iseng dan nggak bayar, tapi itu nggak banyak. Mungkin kalau di sini diterapkan banyak self service, bisa rugi berpuluh-puluh juta kali ya. hehe... ^^;) soalnya menurut saya memang belum siap untuk itu. Tapi, perlahan-lahan sudah mulai menggunakan self service di beberapa tempat di Indonesia kan ya. Seperti sudah mulai ada Jidouhanbaiki (mesin penjual otomatis) di stasiun-stasiun.


5. SAMPAH!
Yap! Sampah! 
Permasalah di belahan dunia manapun.
Ada yang sudah bisa 'membereskan' nya, ada juga yang belum. Nah, Jepang ini adalah salah satu negara yang sudah cukup bisa 'membereskan' masalah-masalah sampah itu. Disana masalah sampah benar-benar dibedakan sesuai jenisnya. Uniknya lagi, kalian akan menemui sedikiiiitt sekali sampah yang ada di sepanjang jalan umum di Jepang. Meskipun begitu!! jaraaaaang juga ada sampah yang berceceran di jalanan! Hayo lho....kok bisa ya. Ya bisa...(apaan -_-) Orang-orang Jepang memang sudah 'didoktrin' untuk buang sampah pada tempatnya sejak dini (ini nih bukti pendidikan sejak kecil itu sangat penting!). Jadi, (menurut pandangan saya), sebagian besar orang Jepang sadar kalau buang sampah di sembarang tempat itu akan merepotkan orang lain, terutama petugas kebersihan. Namun tidak menutup kemungkinan juga ada beberapa bungkus-bungkus atau kaleng yang berterbangan di jalan. Ada kok. Masih ada. hehehe.... tapi sedikiiiiitt banget yang pernah saya temuin di jalanan. さすが!(as expected) 

Sistem pembuangan sampahnya juga menurut jadwal, jadi kalau bukan jadwalnya, sampah tersebut tidak akan diambil. Sampai-sampai ada kantong kreseknya sendiri buat buang sampah! Ribet dah pokoknya!! wkwkwk.... tapi berkat peraturan yang ribet itu Jepang jadi salah satu negara yang bersih~~ Seneng lho rasanya, jalan-jalan kemana-mana nggak liat yang namanya bungkus jajan, makanan, minuman yang menumpuk, berserakan begitulah... TwT hahaha




つづく (To be continued)

0 komentar:

Post a Comment